Tag: Gaza

Laporan Mingguan: Pelanggaran HAM Israel di Wilayah Pendudukan Palestina (16–29 Agustus)

Gaza, Palestina, (Pusat Palestina buat Hak Asasi Manusia) Laporan Mingguan : Pelanggaran HAM Israel di Tempat Pendudukan Palestina (16–29 Agustus) Minggu ini :

Dua orang sipil Palestina meninggal, 239 orang sipil, juga termasuk 52 anak-anak, 6 wanita, dan 5 paramedis, terluka  10 dari mereka yg terluka luka serius yg terluka.

http://jualjamsholatdigital.com

14 orang sipil Palestina, juga termasuk 4 anak-anak, terluka dan di Tepi Barat di samping seorang aktivis asing, yg terluka 2x. Pasukan Israel tetap menembak di daerah perbatasan di Arah Gaza, tetapi tak ada korban yg dilaporkan. Pasukan Israel menyambung kebijakan hukuman kolektif pada orang Palestina. Satu rumah punyai Mohammed Dar Yusuf di desa Kuber, samping utara Ramallah, dihancurkan.

Pasukan Israel kerjakan 98 serangan ke populasi Palestina di Tepi Barat dan satu serangan terbatas dijalankan di Arah Gaza. 92 orang sipil, juga termasuk 14 anak-anak, seorang wanita dan seorang jurnalis, ditangkap di Tepi Barat. 24 dari mereka, juga termasuk seorang anak dan seorang wanita, ditangkap di Yerusalem. Otoritas Israel tetap membuat sejumlah besar Yahudi di Yerusalem Timur yg diduduki. Satu percetakan diruntuhkan di Silwan. Pemukim ambil tanah di lingkungan Sheikh Jarrah. Pasukan Israel menyambung kegiatan pemukiman mereka di Tepi Barat. Satu tenda rumah, 4 barak dan 15 tiang listrik dihancurkan di desa timur Barta, samping barat daya Jenin.

Pemukim melukai 3 orang sipil, juga termasuk 2 anak-anak, menumbangkan 535 pohon dan mengakibatkan rusaknya pada 35 kendaraan. 4 insiden penembakan dilaporkan pada kapal nelayan Palestina di judi bola, tetapi tak ada korban yg dilaporkan, 6 nelayan ditangkap, 2 dari mereka terluka, dan 3 kapal nelayan ditahan di Arah Gaza utara. Pasukan Israel mengubah Tepi Barat menjadi kanton dan tetap memaksakan penutupan ilegal di Arah Gaza buat 11 tahun berturutan.

Beberapa puluh pos penelusuran sebentar dan permanen dibuat di Tepi Barat dan yg lainnya dibuat kembali buat halangi pergerakan orang sipil Palestina. 4 orang sipil Palestina ditangkap di pos penelusuran militer internal di Tepi Barat. Pelanggaran Israel pada hukum internasional dan hukum humaniter internasional di Tempat Pendudukan Palestina tetap berlanjut selama periode laporan (16 – 29 Agustus 2018).

  • Penembakan :
    Pasukan Israel tetap menggunakan potensi mematikan pada orang sipil Palestina, yg ikut serta dalam demonstrasi damai yg diorganisir dalam kesibukan ” Besar Bulan Kembalinya dan Tidak menaati Pengepungan ” di Arah Gaza, yg lihat demonstrasi damai di sepanjang tempat perbatasan Arah Gaza timur dan utara mulai sejak 30 Maret 2018. Selama periode laporan di Arah Gaza, pasukan Israel menewaskan 2 orang sipil Palestina.

Selain itu, pasukan Israel melukai 241 orang yg lainnya, juga termasuk 52 anak-anak, 6 wanita, seorang nelayan dan 6 paramedis. Sepuluh dari mereka yg terluka luka serius yg terluka.

Di Tepi Barat, pasukan Israel melukai 14 orang sipil Palestina, juga termasuk 4 anak-anak. Selain itu, seorang aktivis wanita Norwegia terluka 2x.


Di Arah Gaza, pada 17 Juli, pasukan Israel membunuh Sa’adi Abu Mo’amer (27), di timur desa al-Shawkah, samping timur Rafah, dan Karim Abu Fatayer (28), di sekitar Um Hassiniyah Hill, samping timur kamp pengungsi Al-Buraij di Arah Gaza tengah, selama partisipasi mereka dalam kesibukan Judi Bola, Pengepungan Besar dan Pelarian Besar. Baik Sa’adi dan Karim dipukul dengan peluru hidup di kepala.

Selama periode laporan, pasukan Israel melukai 239 orang sipil Palestina, juga termasuk 52 anak-anak, 6 wanita dan 5 paramedis. Sepuluh dari mereka yg terluka luka serius yg terluka.

Cedera di Arah Gaza pada periode pada 16 – 29 Agustus 2018

Menjadi segi dari penargetan daerah perbatasan, pasukan Israel yg di taruh di sepanjang pagar perbatasan pada Arah Gaza dan Israel, membiarkan tembakan 4 kali di ruang pertanian yg bersebelahan dengan pagar perbatasan yg diterangkan di atas. Menjadikan, banyak petani, yg berada di tanah mereka, dipaksa tinggalkan mereka karena takut akan kehidupan mereka, tetapi tak ada korban yg dilaporkan,

Menjadi segi dari penargetan nelayan Palestina di Laut Gaza, pasukan Israel tetap menaikkan serangan mereka pada nelayan Palestina, perlihatkan kebijakan Israel yg tengah berjalan buat membidik mata pencaharian mereka.

Selama periode laporan, PCHR mendokumentasikan 4 insiden penembakan pada banyak nelayan, 2 satu diantaranya berada di Arah Gaza utara, satu di Arah Gaza tengah dan satu di Arah Gaza selatan. Menjadi dari hasil serangan ini, 6 nelayan ditangkap, 2 satu diantaranya memikul derita luka dan 3 kapal nelayan diambil.

Di Tepi Barat, selama periode laporan, pasukan Israel melukai 14 orang sipil Palestina, juga termasuk 4 anak-anak. Selain itu seorang aktivis wanita Norwegia terluka 2x selama partisipasinya dalam demonstrasi mingguan, yg dipertunjukan di desa Kufor Qadoum, timur laut Qalqiliyah.

http://jualjamsholatdigital.com
  • Penyerangan :

Selama periode laporan, pasukan Israel kerjakan mestinya 98 serangan militer ke populasi Palestina di Tepi Barat dan 10 yg serupa ke Yerusalem dan seputarnya. Selama serangan itu, pasukan Israel tangkap mestinya 68 orang Palestina, juga termasuk 13 anak-anak dan seorang jurnalis, di Tepi Barat. Selain itu, 24 orang sipil yg lainnya, juga termasuk seorang anak dan seorang wanita, ditangkap di Yerusalem dan daerah seputarnya.

Di Arah Gaza, pada 21 Agustus 2018, pasukan Israel berjalan sekitar 70 mtr. ke timur ‘Abasan al-Kabirah, timur Khan Younis di Arah Gaza selatan. Mereka meratakan tanah yg bersebelahan dengan pagar dan lakukan perbaikan pagar keamanan sebelum menempatkan kembali di sepanjang pagar perbatasan pada Arah Gaza dan Israel.

  • Hukuman kolektif :

Menjadi segi dari kebijakan hukuman kolektif yg diterapkan oleh pasukan Israel pada keluarga Palestina dari mereka yg dituduh kerjakan serangan pada pasukan serta/atau pemukim Israel, pasukan Israel menyebabkan kerusakan satu rumah punyai keluarga Mohammed Dar Yusuf (17) di Kuber. desa, samping utara Ramallah. Rumah seluas 100 mtr. persegi itu terdiri dari satu lantai dan 3 anggota yg dilindungi, juga termasuk seorang anak. Diperlukan dicatat jika pasukan Israel membunuh anak yg diterangkan di atas pada 26 Juli 2018, waktu dia kerjakan serangan tusukan di pemukiman “Adam” yg dibuat di tanah desa Jaba’a, timur laut Yerusalem yg diduduki. Serangan itu membuat pembunuhan seorang pemukim Israel dan cedera 2 orang yg lainnya. Pasukan Israel tetap masih menangkal mayat anak-anak.

Pasukan Israel Menyambung Langkah Mereka buat Membuat Sejumlah besar Yahudi di Yerusalem Timur yg diduduki

Menjadi segi dari penghancuran rumah dan media sipil, pada 29 Agustus 2018, kendaraan kota Israel menyebabkan kerusakan toko komersial di ‘lingkungan Ein al-Lawz di desa Silwan, selatan kota tua di Yerusalem Timur yg diduduki. Keluarga Samarin menyuarakan pada petugas lapangan PCHR jika polisi Israel berbarengan pasukan pribadi mendobrak dan merazia satu rumah percetakan punyai ‘Ezz Eden Samarin di’ lingkungan Ein al-Lawz dan menghancurkannya dengan mengklaim jika itu dibikin tidak ada lisensi. Keluarga masukkan jika rumah percetakan dibikin di atas ruang seluas 70 mtr. persegi dan mereka menyewanya dari Omer ‘Awni Siyam, yg dimaksud pemiliknya. Keluarga itu juga menyuarakan jika awak kotamadya ada 2 bulan setelah itu dan mengambil foto dari rumah percetakan lantas menyerahkan keluarga pemberitahuan pembongkaran. Keluarga menjelaskan jika pengacara mereka menuntaskan ketentuan pembongkaran, tetapi pemerintah kota ada dan menyebabkan kerusakan rumah percetakan.

Menjadi segi dari Perampasan punyai orang sipil Palestina yg berikan support asosiasi pemukiman, beberapa kumpulan pemukim, di bawah perlindungan pasukan Israel, ganti ke lingkungan al-Shiekh Jarrah, utara Yerusalem Timur yg diduduki dan ambil satu tanah punyai Abdel Raziq al-Shiekh. Hashem Bader, Anggota Komite Keluarga al-Shiekh Jarrah, menyuarakan jika pasukan Israel ikuti dengan perwakilan dari Departemen Pemilikan Properti Tidak ada masuk ke lingkungan al-Shiekh Jarrah dan ambil tanah seluas 50 mtr. persegi punyai Abdel Raziq al- Shiekh, bersisihan dengan tempat tinggalnya dan di samping area ” Kabanyet Oum Haroun “. Dia masukkan jika pasukan Israel mengambil keputusan penjagaan keamanan di daerah itu dan membendung orang sipil Palestina buat masuk. Pasukan Israel setelah itu mengamankan pemukim Israel dan buldoser yg meratakan tanah dan menumbangkan pohon-pohon. Diperlukan dicatat jika sebidang tanah diambil tidak ada prosedur peradilan, di mana “Penjaga Umum” mengklaim kepemilikannya atas tanah. Bader masukkan jika ‘Abdel Raziq al-Shiekh punyai tanah itu selama lebih dari 50 tahun.

Pada 20 Agustus 2018, pasukan Israel meratakan tenda rumah punyai Yusuf Ayoub Abu ‘Aram di Khirbat Kawakis, dekat Jalan (317), daerah tenggara Yatta, selatan Hebron, dengan dalih non-lisensi.

Pada tanggal 29 Agustus 2018, pasukan Israel menyebabkan kerusakan 4 barak yg dibikin dari pelat timah dan lantai beton di desa Barta’a al-Sharqyia di tembok aneksasi, barat daya Jenin. Salah satu barak itu dipakai menjadi tempat pemotongan unggas dan 3 barak yg lainnya dipakai buat membiakkan ternak dan unggas. Selain itu, 15 tiang listrik yg kasih makan daerah yg diterangkan di atas sudah dihancurkan.

Baca Juga :

Menjadi segi dari kegiatan Penyelesaian dan serangan oleh banyaknya pemukim pada orang sipil dan properti Palestina

Pada periode laporan, pekerja lapangan PCHR di Tepi Barat mendokumentasikan 12 serangan oleh banyaknya pemukim Israel, beberapa berada di Tepi Barat utara. Menjadi dari hasil serangan ini, 3 orang sipil, juga termasuk 2 anak-anak, dipukul dengan batu dan kaca yg menebar. Selain itu, 35 kendaraan alami rusaknya material dan 535 pohon zaitun dicabut, dipotong dan dipatahkan.